<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia &#187; Proyek Penelitian</title>
	<atom:link href="http://id.ceis-swcu.asia/pskti/penelitian/proyek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.ceis-swcu.asia</link>
	<description>Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia Universitas Kristen Satya Wacana</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Apr 2011 23:06:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pemenuhan Gizi Di Rote Ndao: Antara Harapan Dan Kenyataan</title>
		<link>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/penelitian/proyek/2009/08/pemenuhan-gizi-di-rote-ndao-antara-harapan-dan-kenyataan/</link>
		<comments>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/penelitian/proyek/2009/08/pemenuhan-gizi-di-rote-ndao-antara-harapan-dan-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 14:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Proyek Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.ceis-swcu.asia/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Executive Summary</strong></p>
<p>Secara faktual, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihadapkan dengan tingginya angka kematian bayi, ibu dan anak, termasuk masalah gizi buruk. Laporan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk oleh Dinas Kesehatan Propinsi NTT (2006), terungkap lonjakan yang signifikan dalam hal&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Executive Summary</strong></p>
<p>Secara faktual, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihadapkan dengan tingginya angka kematian bayi, ibu dan anak, termasuk masalah gizi buruk. Laporan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk oleh Dinas Kesehatan Propinsi NTT (2006), terungkap lonjakan yang signifikan dalam hal jumlah kasus gizi kurang menjadi 86.275 anak, gizi buruk 13.251 anak, busung lapar  523 anak dan kematian anak akibat busung lapar 61 kasus. Kejadian luar biasa gizi buruk di NTT demikian terus berulang setiap tahun dan belum ditangani secara optimal. Hal demikian juga terjadi di Kabupaten Rote Ndao sehingga dapat memberikan implikasi menekan kualitas sumberdaya manusia (SDM) menjadi rendah. Fenomena nyata di Rote Ndao adalah tinggi angka putus sekolah dasar, yang mana merupakan refleksi dampak belum tuntasnya masalah gizi kesehatan di daerah ini.</p>
<p>Dalam rangka mengungkapkan berbagai masalah pemenuhan gizi dan merumuskan model penyebab terjadinya masalah gizi pada anak usia dibawah lima tahun (balita) di Kabupaten Rote Ndao maka Yayasan Wahana Visi Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia-Universitas Kristen Satya Wacana (PSKTI UKSW). Tujuan penelitian ini adalah (a) menggambarkan hasil diskusi kelompok terfokus (FGD) di enam nusak yang terkait dengan pemahaman gizi kesehatn, proses-proses dalam masyarakat yang menyebabkan terjadinya kekurangan gizi, dan peran Tu’u pada kejadian kekurangan gizi; dan (b) membuat sintesa berbagai kasus dari enam nusak yang menjadi obyek penelitian.</p>
<p>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data sekunder yang digunakan bersumber dari dokumen-dokumen resmi Pemerintah maupun dokumen WVI ADP Rote Ndao. Data primer bersumber dari hasil diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion-FGD) dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan kunci (key informan) di enam nusak di Kabupaten Rote Ndao. Agar informasi yang diperoleh akurat dalam pelaksanaan FGD maka tim peneliti mempersiapkan pedoman pertanyaan. Pedoman pertanyaan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan kunci yang bertujuan untuk menjawab masalah penelitian. Dalam diskusi, peneliti bersikap sebagai fasilitator dan bukan sebagai narasumber. Selanjutnya analisa data dilakukan secara kualitatif dengan model induktif. Analisis juga dilakukan terhadap kasus-kasus yang relevan dengan substansi penelitian ini.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan ada indikasi kuat,  banyak anak di enam nusak di Rote Ndao menderita gizi kurang dan gizi buruk yang telah berlangsung lama atau yang disebut  malnutrisi kalori protein kronis. Penyebab timbulnya malnutrisi pada anak berkaitan erat dengan faktor ekonomi, kesehatan, ketersediaan pangan, pendidikan dan aspek sosial budaya masyarakat.</p>
<p>Fenomena timbulnya malnutrisi, tampak dari (a) terbatasnya akses anak terhadap makanan bergizi dikarenakan kemampuan ekonomi keluarga rendah. Produksi pangan rendah dan sering mengalami gagal panen (krisis pangan) akibat gangguan ternak dan kurangnya hujan; (b) rendahnya akses anak terhadap makanan bergizi dikarenakan ketidak mampuan orantua mengasuh anak, terutama kaitannya dengan pembagian peran dalam rumah tangga belum harmonis. Kondisi ini semakin diperberat dengan rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan gizi kesehatan dan kesadaran orangtua akan masalah gizi kesehatan; (c) tingginya keluhan sakit akibat penyakit infeksi pada anak maupun orang dewasa seperti ISPA, diare maupun malaria, yang diduga erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat (kesehatan lingkungan) yang belum memadai. Tingginya infeksi penyakit semakin memperburuk status gizi kesehatan anak; (d) praktek-praktek sosial budaya yang belum menunjang, dimana tradisi tu’u belis sangat tinggi sehingga memperlemah kemampuan keluarga dalam upaya pemenuhan pangan, gizi dan kesehatan keluarga; (e) dukungan pemerintah maupun lembaga-lembaga non pemerintah belum optimal dalam mengatasi masalah gizi maupun peningkatan pengetahuan gizi kesehatan masyarakat. Hal ini teruma terkait dengan peran posyandu belum menjadi komunitas dalam mengatasi masalah gizi buruk, dan praktek-praktek sosial budaya masyarakat yg positif (pola pangan dan pola makan yg beragam) ”hancur” oleh kebijakan-kebijakan pemerintah (berasasi) atau intervensi dari luar yg merusak local survival system masyarakat Rote Ndao.</p>
<p>Kondisi demikian akan memberikan implikasi negatif, terutama pada pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi tidak optimal. Bilamana kondisi ini terus dibiarkan maka akan memberikan dampak negatif pada kualitas sumberdaya manusia menjadi terpuruk. Untuk itu langkah strategis yang perlu dilakukan oleh WVI ADP Rote adalah melakukan redisain pohon masalah dan pohon tujuan ADP Rote 2008 – 2012 berdasarkan temuan model penyebab malnutrisi yang diperoleh dari penelitian ini. Agar perumusan dan implementasi program WVI ADP Rote 2008-2012 lebih efektif maka direkomendasikan untuk: (a) melakukan penelitian komprehensif guna mencari kejelasan tentang ”<strong>besarnya dampak malnutrisi sebagai faktor resiko yang terkait dengan beban penyakit, perkembangan dan kualitas hidup anak, berikut merumuskan model struktural investasi rumah tangga yang cocok agar anak hidup sehat dan berkualitas</strong>”. Hal ini menjadi penting, terutama untuk merumuskan kebijakan dan program pencegahan penyakit maupun intervensi pencegahan faktor resiko (malnutrisi) yang berorientasi pada peningkatan perkembangan dan kualitas hidup anak; dan (b) penelitian mendalam terkait keuntungan dan kerugian Tu’u. Hal ini penting, terutama terkait s<strong>eberapa besar dampak Tu’u terhadap ekonomi rumah tangga, berikut seberapa banyak masyarakat yang menerima atau menolak Tu’u belis</strong>.</p>
<h2>Tim Peneliti</h2>
<h3>Penanggungjawab</h3>
<p>Marthen L. Ndoen, S.E.,M.A.,Ph.D (Peneliti PSKTI UKSW)</p>
<h3>Koordinator</h3>
<p>Wilson M.A. Therik, S.E.,M.Si (Peneliti PSKTI UKSW)</p>
<h3>Anggota</h3>
<ul>
<li>Ir. Stefanus P. Manongga, M.S (Peneliti PSKTI UKSW)</li>
<li>Helty L. Mampouw, S.Pd.,M.Si (Peneliti PSKTI UKSW)</li>
<li>Pdt. Judith A. Folabessy, S.Si-Teol (Mahasiswa S2 Sosiologi Agama UKSW)</li>
<li>Vivi A. Manafe, S.Th.,M.Si (Alumni PPs MSA UKSW/Peneliti Lokal di Rote)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/penelitian/proyek/2009/08/pemenuhan-gizi-di-rote-ndao-antara-harapan-dan-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

