Resensi Buku: The Future Of Freedom – Illiberal Democracy At Home And Abroad
Buku ini telah diterjemahkan pula kedalam bahasa Indonesia dengan judul “Masa Depan Kebebasan”. Buku yang merupakan international bestseller ini, mengkaji bagaimana demokrasi telah merubah kehidupan politik, ekonomi dan relasi sosial kita. Zakaria menantang kita untuk menempatkan kebebasan manusia di lebih tinggi daripada altar demokrasi baik di Amerika maupun di negara lain. Selain itu Zakaria juga membahas tentang prospek demokrasi di Irak dan bagaimana kekeliruan pendekatan yang digunakan pemerintahan Bush terhadap masalah ini.
Daya tarik buku ini bagi kita di Indonesia adalah adanya komentar Fareed Zakaria terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurut Zakaria, Indonesia lebih toleran kepada perbedaan pada waktu dipimpin oleh Suharto ketimbang pada saat sudah berada pada masa demokrasi sekarang. Ini tentunya merupakan satu situasi paradoksal. Berbeda dengan Singapura yang meskipun secara politik tidak demokratis tetapi ada kebebasan yang dirasakan masyarakatnya.
Menurut Zakaria, paling tidak ada tiga alasan mengapa Indonesia bukan calon demokrasi yang ideal untuk saat ini, yaitu:
- Terlalu tergantung pada sumber daya alam
- Lemahnya kelembagaan politik
- Tingkat ekonomi yang masih rendah
Akibatnya perkembangan demokrasi di Indonesia melahirkan kontraksi ekonomi dan kebangkitan fundamentalisme agama. Dalam pandangan Zakaria, peningkatan fundamentalisme agama bisa menghancurkan budaya lokal, meruntuhkan sekularisme dan meningkatkan separatisme. Tentunya ini merupakan pandangan orang yang berada di luar Indonesia, yang paling penting adalah apakah orang di Indonesia juga bertindak demikian atau justru memanfaatkan demokrasi bagi perkembangan kebebasan manusia yang lebih maju di Indonesia.
Deskripsi Buku
Judul Buku
The Future Of Freedom – Illiberal Democracy At Home And Abroad
Pengarang
Fareed Zakaria
Penerbit
W.W.Norton & Company, New York & London
Tahun Terbit
2004













