Kuliah Umum Percepatan Pembangunan Sulawesi Utara oleh Dr. Noldy Tuerah
Pada hari Kamis, 11 Maret 2010, Program Pasca Sarjana Magister Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga menggelar kuliah umum di Probowinoto Hall Gedung G Lantai 5. Dr. Noldy Tuerah, dari Universitas Sam Ratulangi Manado dan juga Chairman Pacific Institute for Sustainable Development hadir sebagai dosen tamu kuliah umum ini. Dalam kuliahnya, Tuerah berbagi pengalaman dan praktik cerdas percepatan pembangunan Sulawesi Utara (Sulut) lewat materi “Politik Ekonomi Lokal dan Pembangunan Regional: Kasus Sulawesi Utara”.
Menurut Tuerah, otonomi daerah memberikan ruang yang sangat luas bagi daerah, swasta dan masyarakat untuk lebih inovatif dan kreatif mempercepat pembangunan di daerah berdasarkan sumber daya lokal. Peluang ini mendorong daerah-daerah di Kawasan Timur Indonesia agar jangan terlalu bergantung pada kebijakan-kebijakan pemerintah pusat.
“Dari sekian banyak variabel pendekatan percepatan pembangunan, kita harus memilih variabel mana yang bisa mendukung penguatan inisiasi lokal untuk membentuk dan menggerakkan ekonomi daerah”, kata peraih gelar PhD bidang perencanaan wilayah dan kota tahun 1998 dari University of British Columbia di Vancouver, Canada tersebut. Contohnya Sulawesi Utara. Sadar tulang punggung pengembangan ekonominya ada dalam bidang industri pariwisata maritim dan perikanan, pemerintah daerah menginisiasi tiga kegiatan bidang maritim berskala internasional.
Berkat implementasi kebijakan itu, pembangunan di Sulut berlangsung pesat dalam waktu dua tahun terakhir. Investasi yang berhasil dihadirkan di Sulut mencapai nilai 1.5 triliun rupiah. World Ocean Conference 2009, Coral Triangle Initiative Summit dan Sail Bunaken di perairan Manado dan Bitung pada Mei 2009 yang lalu terbukti berhasil menggerakkan perekonomian Sulut.
“Ide dasar event ini sebenarnya bagaimana berbuat sesuatu sehingga orang luar bisa datang dan berinvestasi di Sulut”, kata Tuerah yang juga merupakan Kepala Sekretariat WOC & CTI Summit itu.
Daerah-daerah di Kawasan Timur Indonesia juga butuh kreatifitas dan daya inovasi. Kata Tuerah, sebagai pintu gerbang kawasan pasifik, saat ini Sulut sedang mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini sedang dibangun di Sulut merupakan salah satu hasil dari daya kreasi dan inovasi lokal itu. Kuliah umum ini dipandu Prof. Kutut Suwondo.
“Apa yang disampaikan dalam kuliah ini adalah pelajaran bagaimana membangun suatu daerah yang bisa dikatakan terpinggirkan, akan tetapi punya potensi-potensi lokal yang luar biasa. Ide-ide baru yang dipraktikkan di Sulut adalah pelajaran yang berharga bagi kita,” kata Prof. Suwondo.
Dr. Marthen Ndoen berharap kuliah-kuliah serupa bisa diadakan kembali. Ia telah meminta Tuerah secara rutin mengampu mata kuliah Pengembangan dan Perencanaan Wilayah di PPs Magister Studi Pembangunan UKSW.
Bersama Tuerah turut hadir dalam kuliah umum ini adalah Jerry Tambun dari Pacific Institute for Sustainable Development, Manado sekaligus sebagai Director untuk Asia Pacific Conference On Health Law. Ia datang untuk mengundang seluruh civitas akademika UKSW berpartisipasi dalam konferensi yang akan diselenggarakan di Manado pada 19-22 Mei 2010 tersebut. Informasi lengkap konferensi yang outputnya diharapkan mampu memberikan solusi awal bagi pembangunan kesehatan regional Asia Pasifik ini ada di www.aspacc-hlaw2010.com.













