Choose your language:
Indonesian flagEnglish flag
Beranda » Berita PSKTI

Peneliti UKSW Di CRCNPB Science Exchange 2009 Australia

Published on 1 October 2009
Dipublikasikan di Berita PSKTI || 62 pembaca ||

CRCNPB Science ExchangeDua peneliti dari UKSW bersama-sama dengan 170 peneliti top bidang biosecurity di Australia telah menghadiri CRCNPB Science Exchange 2009 pada tanggal 22-24 September di Sunshine Coast, Queensland, Australia. Kedua peneliti itu adalah Dr. Marthen Ndoen (Ketua Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia UKSW/ dosen FE UKSW) dan Theofransus Litaay (dosen FH UKSW dan mahasiswa PhD di Charles Darwin University, Darwin- Australia).

Acara ini diadakan untuk mendiskusikan keadaan dan perkembangan kegiatan penelitian dalam kaitan dengan biosecurity dan hubungannya dengan industri pertanian di Australia. Dr. Marthen Ndoen dan Theofransus Litaay adalah bagian dari delegasi Indonesia bersama-sama dengan Prof. Kaler Surata (Universitas Mahasaraswati Denpasar) dan  I Wayan Mudita (Universitas Nusa Cendana Kupang dan mahasiswa PhD di Charles Darwin University, Darwin -Australia).

Delegasi Indonesia ini merupakan bagian dari proyek Ausindo-Biocom (Australian-Indonesian Biosecurity Community Management Project) yang berjalan di Indonesia Timur dan Australia Utara. Anggota tim Ausindo-Biocom lainnya yang turut hadir adalah Ruth Wallace dan Paul Royce dari Charles Darwin University, Darwin – Australia.

Dalam acara ini dua poster dari Indonesia turut dipresentasikan yaitu;

  1. Policy and Legal Framework for a New Biosecurity Development Paradigm” oleh Theofransus Litaay
  2. The Bilingual Glossary as Strategy for Bridging Cross-Cultural Knowledge of Global Biosecurity” oleh Kaler Surata.

Makalah Dr. Marthen Ndoen bersama-sama dengan Prof. Ian Falk dan Ruth Wallace turut dipresentasikan oleh Ruth Wallace judul “Managing Biosecurity Across Borders: An Australian-Indonesian Partnership to Develop a Community Management Model for the Management of EPP Incursions”.

Dalam kesempatan ini, I Wayan Mudita mempresentasikan makalahnya berjudul “Crossing the Community-Government Communication Border in Managing Citrus Biosecurity in West Timor, Indonesia”. Paul Royce turut mempresentasikan papernya berjudul “You Can’t Have a Conversation with a Brochure”, sebuah paper mengenai pendekatan public policy dalam pengelolaan biosecurity di Australia Utara.

Menurut CRCNPB (Cooperative Research Centre for National Plant Biosecurity), Science Exchange Forum dimaksudkan untuk mempertemukan peneliti, pemerintah dan industri dari seluruh Australia. Menurut Chief Executive Officer CRCNPB, Dr Simon McKirdy, “The meeting was important to facilitate engagement between key plant biosecurity stakeholders. Our science is driven by the national research priority of safeguarding Australia’s agricultural industries and retaining our reputation as an exporter of clean and pest free products”.

Ditambahkan oleh Simon McKirdy, “This forum provides an opportunity for researchers to discuss their research and also a platform for industry and government regulators to learn more about the science and how it underpins a strong biosecurity system”.

Salah satu petani pengusaha yang hadir dan merupakan Chairman Kelompok Agrobisnis OrdGuard Kununurra adalah Lachlan Dobson. Menurutnya sangat membesarkan hati untuk melihat penelitian penelitian inovatif yang akan melengkapi industri dengan kemampuan pengelolaan biosecurity yang lebih maju. “Listening to the scientists today provides me with confidence that the research being conducted will help the agriculture industry better manage potential biosecurity risks”, demikian dipaparkan oleh Dobson.

Sesudah acara Science Exchange 2009 selesai, empat orang tim AusIndo-Biocom yaitu Ruth Wallace, Paul Royce, I Wayan Mudita dan Theofransus Litaay, akan melanjutkan kegiatan penelitian di Kununurra, Western Australia. Kegiatan pengumpulan data lapangan tersebut berlangsung dari tanggal 25-29 September 2009. Salah satu pihak yang menerima tim tersebut adalah Lachlan Dobson di perusahaan agribisnisnya yang merupakan salah satu yang terbesar di Australia. Penelitian tim selanjutnya berlangsung di Darwin (Northern Territory) sampai dengan tanggal 2 Oktober 2009.

Komentar Terbaru