Choose your language:
Indonesian flagEnglish flag
Beranda » Berita PSKTI

Kolaborasi untuk Efektifitas Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

Published on 10 September 2009
Dipublikasikan di Berita PSKTI || 129 pembaca ||

bannerfkti4

Beragam isu-isu sentral seperti: pentingnya mengoptimalkan kerjasama antar daerah, keserasian pembangunan Pusat dan Daerah, kesenjangan Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat Indonesia (KTI-KBI), hingga perlunya membangun komunikasi yang intensif, serta masih adanya insentif pembangunan yang tidak adil, termasuk perlunya regulasi ekspor khusus bagi KTI (berupa tax holiday) ke mancanegara, kembali mengemuka pada Forum KTI IV kali ini.

Para pengambil kebijakan di tingkat pusat, sudah sepatutnya memahami bahwa membangun KTI adalah membangun Indonesia. Sejarah membuktikan, Sulawesi (serta KTI) telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Nasional. Karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk merevitalisasi cara pandang yang baru mengenai KTI dengan merangsang munculnya leadership yang cerdas, membangun SDM yang lebih visioner, khususnya bagi para pelaku pembangunan di KTI. Itulah beberapa isu strategis yang dikemukakan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, di atas podium Hall A, Hotel Clarion, Makassar, Selasa (4/08/09).

Usai turun mimbar, Gubernur Syahrul, yang mengenakan seragam hijau-hijau lengkap dengan berbagai atribut dan lencana yang menghiasi pakaian dinasnya, segera didaulat untuk memukul gong, menandai pembukaan secara resmi digelarnya Forum Kawasan Timur Indonesia IV, yang kali ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Efektivitas Pembangunan”.

Sekitar 250 peserta serentak bertepuk tangan. Inilah ajang pertemuan besar tahunan, para penggiat pembangunan yang tergabung dalam Forum KTI, yang tak pernah kering dengan gagasan-gagasan inspiratif. Apalagi pada Forum KTI IV hari ke-2 ini, bakal tampil beragam aktivitas hasil dari Praktik Cerdas (Smart Practices) mewakili 12 Propinsi di kawasan Timur Indonesia.

Peserta lintas sektor ini, menggambarkan proses terbentuknya Forum KTI yang merupakan komitmen banyak pihak atas efektivitas pembangunan KTI melalui pengembangan jaringan dan kemitraan. Para peserta memahami benar bahwa upaya-upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di kawasan Timur tidak dapat diselesaikan hanya dari programprogram yang dilakukan Pemerintah. Di sinilah pentingnya partisipasi masyarakat di dalamnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan tujuan digelarnya acara akbar ini adalah guna membagikan praktik-praktik cerdas dan shared visions, pengalaman atas inovasi-inovasi kolaboratif di antara pelaku pembangunan di tingkat lokal dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Hal yang sama, juga ditegaskan Ketua Pokja Forum KTI, bahwa pengalaman dan solusi cerdas pelaku-pelaku pembangunan tersebut, diharapkan mampu merangsang inovasi-inovasi di daerah lain.

KTI memiliki kelimpahan sumber daya alam melebihi kawasan barat Indonesia. Padahal, jumlah penduduknya hanya 14% dari total penduduk Indonesia dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang masih banyak tertinggal dibandingkan tetangganya di Kawasan Barat. Tetapi, di mata pusat tetap belum menjadi prioritas, terlihat jelas dari insentif pembangunan yang belum adil antara KBI dan KTI, baik pada level kebijakan maupun di sektor anggaran. Walau begitu KTI harus terus bergerak dan harus semakin cerdas, seperti halnya kemajuan yang dicapai oleh Forum KTI sebagai wadah konsultasi RPJMN 2020-2024 kepada para stakeholder.

Ada kemajuan tentunya, dibarengi dengan adanya tantangan. Tantangan ke depan bagi Forum KTI adalah menjadikan Forum ini sebagai lembaga independen semacam yayasan atau lainnya, supaya tidak lagi didanai oleh lembaga-lembaga donor tetapi didanai langsung dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. Dengan menjadi lembaga independen, menurut Ketua Pokja Forum KTI Marwah Daud, kepemilikan lokal akan lebih terbangun dengan tetap fokus pada pengelolaan pengetahuan dan harmonisasi. Namun, ia mengingatkan agar ikta senantiasa mampu melihat dalam jangka panjang jauh ke depan, secara terfokus dengan pendekatanpendekatan Appreciatiive Inquiry.

Berita ini diambil dari website BaKTI

Sekilas Tentang Forum KTI IV

Tema

Kolaborasi untuk Efektivitas Pembangunan

Pelaksanaan

Tanggal 4 – 5 Agustus 2009 di Hotel Clarion Makassar Sulawesi Selatan

Peserta

Klik disini

Presentasi dan Diskusi

Klik disini

Berbagi Praktek Cerdas

Klik disini

Kelompok Kerja FKTI 2009

Klik disini

Liputan Media

Klik disini

Dokumen

Klik disini

Galeri

Klik disini

Komentar Terbaru