<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Nasib Komoditi Unggulan NTT</title>
	<atom:link href="http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/articles/nusa-tenggara/2009/07/nasib-komoditi-unggulan-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/articles/nusa-tenggara/2009/07/nasib-komoditi-unggulan-ntt/</link>
	<description>Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia Universitas Kristen Satya Wacana</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Mar 2011 06:26:00 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: frits dimu</title>
		<link>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/articles/nusa-tenggara/2009/07/nasib-komoditi-unggulan-ntt/comment-page-1/#comment-9</link>
		<dc:creator>frits dimu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 06:50:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.ceis-swcu.asia/?p=600#comment-9</guid>
		<description>Tulisan nasib komoditi unggulan NTT sangat baik namun penulis tidak perlu pesimis seperti itu. Sekarang yang peru dipikirkan adalah bagaimana menentukan komoditi apa yg tepat  jangan ada ide lain jalan, pemda harus fokus pada satu komoditi unggulan dan kontinyu..misalnya ditentukan produk unggulan rumput laut..pemerintah daerah harus siapkan mulai dari perencanaan area budidaya, sistem pemeliharaan, proses pabrikan dan pelemparan hasil..
Kami mendegar bahwa di Kupang akan dibangun pabrik rumput laut. Hal seperti itulah yang harus terus didorong oleh pemda untuk untuk membuka pabrik tersebut. Pemda harus berani untuk membangun pabrik atau kerjasama pihak investor.
Hasil dari rumput laut dapat dihasilkan bahan kosmetik, makan suplemen,  obat-obatan dan lain sebagainya.
Jika sudah menjadi barang komoditi maka siap dijual...otomatis harganya pasti mengiurkan dan pemda akan mendapat imbas yang baik berupa PAD.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan nasib komoditi unggulan NTT sangat baik namun penulis tidak perlu pesimis seperti itu. Sekarang yang peru dipikirkan adalah bagaimana menentukan komoditi apa yg tepat  jangan ada ide lain jalan, pemda harus fokus pada satu komoditi unggulan dan kontinyu..misalnya ditentukan produk unggulan rumput laut..pemerintah daerah harus siapkan mulai dari perencanaan area budidaya, sistem pemeliharaan, proses pabrikan dan pelemparan hasil..<br />
Kami mendegar bahwa di Kupang akan dibangun pabrik rumput laut. Hal seperti itulah yang harus terus didorong oleh pemda untuk untuk membuka pabrik tersebut. Pemda harus berani untuk membangun pabrik atau kerjasama pihak investor.<br />
Hasil dari rumput laut dapat dihasilkan bahan kosmetik, makan suplemen,  obat-obatan dan lain sebagainya.<br />
Jika sudah menjadi barang komoditi maka siap dijual&#8230;otomatis harganya pasti mengiurkan dan pemda akan mendapat imbas yang baik berupa PAD.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Theofransus Litaay</title>
		<link>http://id.ceis-swcu.asia/pskti-arsip/articles/nusa-tenggara/2009/07/nasib-komoditi-unggulan-ntt/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>Theofransus Litaay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 00:58:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.ceis-swcu.asia/?p=600#comment-7</guid>
		<description>Tulisan yang sangat menarik terhadap strategi yang penting. memang pembuatan kebijakan harus didasarkan pada hasil studi yang mendalam, ini juga menjadi concern forum2 JIKTI. tidak bisa cepat2 lompat ke slogan tanpa rencana matang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang sangat menarik terhadap strategi yang penting. memang pembuatan kebijakan harus didasarkan pada hasil studi yang mendalam, ini juga menjadi concern forum2 JIKTI. tidak bisa cepat2 lompat ke slogan tanpa rencana matang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

